Tujuan mengubah datadir adalah agar setiap kali upgrade atau install ulang linux, tidak perlu repot-repot backup data mysql. Ubuntu hardy secara default sudah menyertakan AppArmor. Cara mengubah datadir itu sederhana, coba ikuti langkah-langkah berikut ini:
Stop mysql server daemon dengan: sudo /etc/init.d/mysql stop
Buat directory sebagai tujuan datadir yang baru, misal: /home/backup/mysql
Change owner directory tersebut ke mysql:mysql dengan cara: sudo chown mysql:mysql /home/backup/mysql
Copy semua file dan directory dari datadir yang lama (default di /var/lib/mysql/) ke datadir yang baru. Tapi ingat, file ib_arch_log_xxxxxxxxxxx dan ib_logfilexx tidak ikut di-copy.
Setelah itu check file hasil copy adalah milik user mysql. Paling gampang sih chown saja semuanya: sudo chown -R mysql:mysql /home/backup/mysql
Sekarang, ganti informasi datadir di /etc/mysql/my.cnf ke /home/backup/mysql
Kalau sudah yakin benar, start lagi mysql server daemon: sudo /etc/init.d/mysql start
Untuk testing apa benar sekarang sudah pakai datadir yang baru, bisa dengan membuat database baru dan melihat apa database itu ter-create di datadir baru.
Kalau sudah, biarkan dulu selama beberapa hari sampai merasa yakin 100%.
Setelah itu, data di datadir lama bisa dihapus total.
Kalau di system anda ada AppArmor terinstall, maka pada poin 7 akan menghasilkan error seperti berikut: Initializing MySQL database: Installing all prepared tables
060125 10:41:44 [Warning] Can't create test file /home/backup/mysql/localhost.lower-test
/usr/libexec/mysqld: Can't change dir to '/home/backup/mysql/' (Errcode: 13)
060125 10:41:44 [ERROR] Aborting
Kalau langkah2 diatas sudah benar dan directory pada datadir dan semua isinya sudah menjadi milik user mysql dan memang benar AppArmor terinstall, maka langkah berikutnya adalah mengubah entry profile AppArmor untuk mysqld di
Biasanya backup dan restore data dilakukan menggunakan phpMyAdmin baik XAMPP ataupun sejenisnya. Akan tetapi untuk data yang besar akan terasa lama untuk proses backup. Begitu juga sebaliknya untuk restore atau import data juga dibatasi hanya beberapa MB (Mega Byte). Bagaimana dengan ukuran data yang sampai dengan GB (Giga Byte). Backup data dapat dilakukan melalui console atau command. Langsung saja. Backup database dapat dilakukan dengan dua cara yaitu manual dan otomatis
#restore dump schema only
mysql -u root -p gsm < skema_gsm_prod_01012010.sql
# restore dump data only
mysql -u root -p gsm < data_gsm_prod_01012010.sql
#restore dump schema dan data
mysql -u root -p gsm < completedata_gsm_prod_01012010.sql
2. Secara Otomatis
Dapat menggunakan third party tool seperti MySQL Administrator ver. 1.0.13.
a. Backup data
Berikut adalah langkah-langkah yang harus diambil untuk melakukan konfigurasi proses backup secara terjadwal :
1.Jalankan MySQL Administrator.
2.Pilih koneksi yang akan digunakan, bila belum tersedia dapat membuat koneksi baru dengan mengklik tombol pada Connection.
3.Setelah menentukan koneksi yang akan digunakan maka lanjutkan dengan mengklik OK.
4.Setelah MySQL Administrator terhubung dengan database server maka selanjutnya pilih menu Backup.
5.Maka tab yang akan aktif pertama kali adalah Backup Project.
6.Klik New Project, lalu isikan proyek backup yang akan dilakukan pada isian Project Name (contoh diisi dengan gsm_backup). Kemudian pilih Schemata yang ingin dilakukan proses backup (misal yang dipilih adalah gsm).
7.Selanjutnya pilih tab Advanced Options.
8.Aktifkan pilihan Backup selected Schemata completely.
9.Aktifkan pilihan Add DROP TABLE Statements.
10.Selanjutnya pilih tab Schedule.
11.Aktifkan pilihan Schedule this backup project.
12.Isikan Target Directory dengan direktori yang anda inginkan untuk menyimpan file backup.
13.Isi Filename dengan nama file yang akan menjadi file hasil backup.
14.Tentukan waktu eksekusi pada isian Execution Time.
15.Dan juga tentukan jam berapa proses backup berjalan dengan mengisi data Time.
16.Klik Save Project untuk menyimpannya.
Catatan :
Bila anda belum menentukan metode penyimpanan password maka anda harus mengisinya terlebih dahulu.
b. Restore data
Berikut adalah langkah-langkah yang harus diambil untuk melakukan proses restore database :
1.Jalankan MySQL Administrator.
2.Pilih koneksi yang akan digunakan untuk melakukan koneksi dengan database.
3.Setelah MySQL Administrator telah terhubung dengan database maka pilih menu Restore.
4.Secara default tab yang pertama aktif adalah General.
5.Isi File to restore dengan mengklik Open Backup File, lalu pilih Target Schema dengan Original Schema,kemudian aktifkan pilihan Create database(s) if they don’t exist.
6.Untuk memeriksa file backup tersebut dapat dilakukan dengan mengklik tab Restore Content.
7.Untuk menganalisa file backup tersebut dapat dilakukan dengan mengklik Analyze Backup File Content dan MySQL Administrator akan menganalisa file tersebut.
8.Setelah anda yakin untuk melakukan proses restore maka lakukan dengan mengklik Start Restore.